Khamis, 8 Januari 2009

HELLO AMERICA, STOP THE ISRAELI AGGRESION




HELLO AMERICA..,

WHAT HAVE YOU DONE? WHY DID YOU LET THE ISRAELI ARMY SLAUGHTER THE PALESTINIAN?

WHY DID YOU STOP THE UNITED NATION FROM ISSUING RESOLUTIONS TO CONDEMN AND STOP THE ISRAELI AGGRESSIONS.

YOU ARE KNOWN AS A COUNTRY WITH SUPER POWER, SUPER TECHNOLOGY AND SUPER HUMANITY…BUT YET YOU HAVE LET THE MOST BRUTAL AND TRAGIC AGGRESIONS BY ISRAELI ARMY ON THIS HELPLESS PALESTINIAN'S PEOPLE.

AMERICA..IS THIS YOUR TRUE FACE, IS THIS WHAT YOU CALLED WARS AGAINST TERRORISM…OR IS THIS YOUR CAMPAIGN TO LET THE HOSTILE ISRAELI ARMY KILLING AS MANY PALESTINIAN'S BABIES AS POSSIBLE ?

6 Comments:

Azizahns said...

"Ya Allah!! Sebagaimana Engkau Pernah menghantar burung-burung ababil menghancurkan tentera bergajah Musyrikin, maka kami memohon kepadamu Ya Allah....... . turunkanlah bantuanmu kali ini kepada orang orang Islam di bumi Palestin, hancurkanlah rejim ZIONIS.. amin . ..."

Sedingin Salju said...

Amerika ni dikuasai oleh puak yahudi. Itu yang kacau.

kuntakinte said...

Salam, abgtuah sayu amat2 hati teman, teman bayangkan wajahnya melayu, agama nya Islam, tak sanggup teman nak hadapi, sudah ditakdir bukan semua negara senang dan aman, oleh itu yang sedia senang dan aman SEDAR dan INSAF lah kamu.

Mamak Penang said...

Unprecedented Numbers of Americans Question Israel's Actions in Gaza
Could it be the rise of online progressive media telling the truth about Israel, or that the public rejects the same pundits who sold us Iraq?Almost as soon as the first Israeli missile struck the Gaza Strip, a veteran cheering squad suited up to support the home team.
"Israel is so scrupulous about civilian life," Charles Krauthammer claimed in the Washington Post. Echoing Krauthammer, Alan Dershowitz called the Israeli attack on Gaza, "Perfectly 'Proportionate.'" And in the New York Times, Israeli historian Benny Morris described his country's airstrikes as "highly efficient."While the cheerleaders testified to the superior moral fiber of their team, the Palestinian civilian death toll mounted. Israeli missiles tore at least fifteen Palestinian police cadets to shreds at a graduation ceremony, blew twelve worshipers to pieces (including six children) while they left evening prayers at a mosque, flattened the elite American International School, killed five sisters while they slept in their beds, and liquidated 9 women and children in order to kill a single Hamas leader.So far, Israeli forces have killed at least 500 Gazans and wounded some two thousand, including hundreds of children. Yesterday, the IDF blanketed parts of Gaza with white phosphorus, a chemical weapon Saddam Hussein once deployed against Kurdish rebels.
"It was Israel at its best," Yossi Klein Halevi declared in the New Republic.

By New Year's Day, Israel's cheering squad had turned the opinion pages of major American newspapers into their own personal romper room.Of all the editorial contributions published by the Washington Post, the Wall Street Journal, and the New York Times since the Israel's war on Gaza began, to my knowledge only one offered a skeptical view of the assault. But that editorial, by Israeli novelist David Grossman, contained not a single word about the Palestinian casualties of IDF attacks.Even while calling for a cease fire, Grossman promised, "We can always start shooting again."
Israeli public relations agents fanned out to broadcast studios from the US to Europe, fulfilling an aggressive strategy conceived after the country's catastrophic 2006 attack on Lebanon.An analysis by Israel's foreign ministry of eight hours of coverage across international broadcast media concluded that Israeli representatives received a whopping 58 minutes of airtime compared to only 19 minutes for Palestinians."Quite a few outlets are very favorable to Israel, namely by showing [its] suffering. I am sure it is a result of the new co-ordination," said Major Avital Leibovich, an IDF spokesperson who has become a fixture on cable news in the past weeks.But while Israel's PR machine cranked its Mighty Wurlitzer to full blast, drowning out all opposing voices with its droning sound, a surprisingly substantial portion of the American public decided to dance to its own tune.According to a December 31 Rasmussen poll (so far the only measure of US opinion on the Gaza assault), while Americans remained overwhelmingly supportive of Israel, they were split almost evenly on the question of whether Israel should attack Gaza -- 44% in favor of the assault and 41% against it.

The internals are even more remarkable.

While Republicans supported the assault on Gaza by a large margin, a predictable finding, only 31% of Democrats did. Members of the Democratic base thus stood in sharp contrast to most of their elected representatives (freshman Rep. Donna Edwards is a notable exception), who backed the latest Israeli assault in lockstep, and seem to support Israel no matter what it does. The rift between the progressive base and the party played out on Barack Obama's Change.gov site, which was deluged in recent days with demands for a statement condemning Israel's assault on Gaza.

So what accounts for the surprising trend in American opinion on Gaza?

The proliferation of progressive online media and social networking sites could be a factor, but I have another theory: The same pundits who are cheerleading Israel's assault on Gaza once sold the occupation of Iraq to America, and with a nearly identical set of arguments.In their voices and those of the grim Israeli PR agents carted out for cable news, many Americans hear echoes of the Bush administration's most fantastical lies. When they see images of Gazans under withering bombardment, they flash back to Fallujah and the assorted horrors of Iraq. When they look at Israel, they see themselves during the darkest days of the Bush era.

Now, an increasing share of Americans know what Israel is doing to Gaza. And they reject it, even when Israel is "at its best."

kuntakinte said...

Salam, "ANTARA KESEDARAN DAN KEINSAFAN, NASIB TIDAK SEBANGSA SEAGAMA SEKIBLAT"

Pilu dan menyayu kan hati teman apabila ditatap dan dimamah mata teman foto2 paparan abangtuah, apai di kaca2 TV dan akhbar perdana, sekutuk-kutuk nya bangsa yahudi Israel wajib kita lontar dan campakkan kepada mereka, bangsa Anglo saxon yang angkuh, bongkak dan tamak, sekeji2nya manusia dimukabumi ini tiada madah yg buruk untuk dilabelka Maka memang wajib kita menentang Israel dan sekutu baiknya US.

Terfikir teman adakah ulangan berkali2 episod di Palestin ini maka manusia Islam sejagat hanya memerhati penuh kesedihan, tanpa berkemapuan untuk membantu hanya cukup sekadar doa dan solat hajat saja yang termampu dik kita mengiringi untuk dijadikan perisai maya rakyat Palestin DAN adakah manusia Islam sejagat mengambil ikhtibar, mengambil keinsafan, mengambil kesedaran bahawa manusia Islam sejagat mahu tak mahu perlu paksaan berubah diri, perlu menghiaskan diri dengan ilmu, dengan kebijaksanaan, dengan kepakaran, dengan kekuatan ekonomi, dengan kekuatan kewangan, dengan kekuatan perpaduan dengan kekuatan pemikiran bagi melawan dan menentang, mengajar bangsa laknat Israel dari membuli kita.

Kenapa kita dibuli, kenapa kita di hina, kenapa kita di jentik - jentik dan di herdik - herdik, berani sungguh Israel didalam tengah2 kurungan negara Islam, di tengah2 kerumuni jutaan umat Islam sekiblat Israel mampu membuka baju menunjuk dada, mendabik dada, mendogak bongkak, apa kah rahsia keberanian Israel ini, cukup kah hanya mempunyai sekutu baik US, adakah itu cukup untuk mereka bersedia mempersendakan umat Islam di tengah2 jutaan manusia Islam, mungkin tidak, tidak cukup itu saja pengantungan kekuatan yg membuat mereka berani, adakah rahsia lain yg perlu kita belajar dari mereka, mungkin kerana ilmu yang mereka ada, kepakaran yang mereka ada, kebijaksaan yang mereka ada, kekayaan yg mereka ada, kekuatan ekonomi yang mereka ada, perpaduan yang mereka ada, kecerdikan yang mereka ada mungkin itu lah rahsianya.

Tidak kah kita hendak belajar dari rahsia kejayaan Israel ini, apa kah salah untuk kita belajar rahsia musuh Islam ini, bibit-bibit kesedaran rakyat Palestin telah ada, melalui PLO yang menyedari hakikat ini cuba mengorak langkah mengambil jalan lembah lembut dan berhemah dengan memngikat perjanjian dengan zionist dengan berbagai2 syarat diikuti, sedikit kejayaannya mula nampak di mata, keamanan bukan hanya dimimpi tetapi nyata di depan mata, berjayakah PLO, YA berjaya hanya tersekat dengan tindakan golongan eksrimist Islam sekiblat seperti puak Hamas mengagalkan kenyataan Palestin, akibat sikap tidak berpadu, tidak tahu apa itu perpaduan golongan ekstrimist Hamas mengolok - olok kan usaha PLO, Israel selaku gergasi yang sedang tidur diusik dari tidurnya, roket buatan di dapur rumah oleh eksrimis Hamas di hala kan ke pertempatan rakyat Israel bukan sekali dua, bukan sehari dua malah berratus ratus kali, malah bertahun2 mainan roket buatan sendiri di hala - hala kan umpama kelakuan budak nakal bermain mercun lakunya, akhirnya nyenyak tidur si Gergasi terusik dan terjaga dari tidurnya, bagi memberi pengajaran dan mungkin juga bagi menjaga keselamatan rakyat nya dengan sikap sememang nya angkuh dan bongkak yang diketahui umum maka bangsa laknat ini pun mengambil langkah Palestin di serang, maka berlaku lah peristiwa Palestin dibuli - buli maka rakyat yang tak berdosa menjadi mangsa.

Salah kah jika kita meniru rahsia yang ada kepada Israel, salah kah kita persiapkan dan perlengkapkan diri baru kita tidak ikhtiraf negara Israel, tak kan tak sedar dik kita yang hendak kita hadap adalah Negara yang cukup kekuatan, yang cukup pengaruhnya, yang cukup kelengkapannya umpama AGAS kita ini nak bertanding peraduan bina badan dengan GARUDA, tak cukup hanya semangat, tak cukup hanya prinsip, tak cukup hanya roket buatan dapur, tak cukup hanya batu, kenapa mesti menempah maut sekiranya kita tahu memang maut yang kita akan perolihi, Allah S.W.T mengurniakan kita selaku manusia dengan selengkap - lengkapnya tubuh badan ciptaannya dan itu lah gunanya untuk menjadi senjata kita bagi memakmurkan dunia, hasil tindakan tak mengunakan otak kurniaan tuhan World Trade Centre dilanggar tanpa hasilnya, tanpa kemegahannya, tanpa sebarang kudis kita tinggalkan buat US TETAPI hasil yang kita dapat selaku manusia Islam sejagat nampak dimata, Islam dikutuk, dikeji, dibuli seperti Palestin dan negara2 Islam lemah lain, 'back fire' yang kita dapat dari tindakan golongan ekstrimist yang mengaku pejuang Islam, maka Islam lah tumpuannya.

Sedar dan insaf, segala kekuatan perlu ada, satu - satu bangsa berjaya dihormati dan disegani atas asas - asas yang kukuh bukan nya rapuh, ilmu, kepakaran, ekonomi, kebijaksanaan, kekuatan, teknoloji, perpaduan, kehormatan penting untuk kita, penting untuk kita hidup ditengah2 perlumbaan antara gergasi dengan gergasi, bukan nya AGAS bercita2 berlumba dengan GERGASI.

Dalam kontek negara dan bangsa kita, lengkapkah kita, bersediakah kita, geografi antara Malaysia dan Singapura bagaimana lagaknya, siapa sekutunya, ambil lah ini sebagai kesedaran dan keinsafan yang perlu kita tanamkan dalam diri sendiri, dalam diri keluarga kita dalam diri waris kita, dalam diri saudara2 Islam kita dalam diri saudara2 manusia kita, tak cukup semangat, tak cukup prinsip, tak cukup berkata2, bermadah2 semua itu tak cukup, yang cukup ilmu dan segala kekuatan yang bukan percuma dapat nya tetapi perlu pengorbanan, perlu dicipta, perlu di reka, perlu diusaha, perlu di kerah, perlu di paksa, tak rela dan tak sanggup teman lihat kepala yang tinggal lantai hancur adalah kepala anak teman dan anak bangsa teman. ingat lah sekali Merdeka bukan selamanya Merdeka, sekali aman bukan selamanya kita aman, sekali membangun bukan selamanya kita akan bangun. itu semua perlukan perpaduan yang lengkap, kekuatan yang lengkap, kebijaksanaan yang lengkap, ekonomi yang lengkap di antara kita, tak kira Melayu, cina, India, Iban, Kadazan, dayak atau apa sekali pun trade mark nya semua nya perlu insaf yang kita ada ketika ini dianggapkan baik jangan di angan untuk mencuba perkara baru yang belum pasti, kerana amat penting untuk hargainya. UMPAMA KESEDARAN DAN KEINSAFAN NASIB TIDAK SEBANGSA SEAGAMA SEKIBLAT.

Sedingin Salju said...

Suatu artikal yang bagus.

kuntakinte
telah meninggalkan ulasan baru pada catatan "
HELLO AMERICA, STOP THE ISRAELI AGGRESION":

Salam, "ANTARA KESEDARAN DAN KEINSAFAN, NASIB TIDAK SEBANGSA SEAGAMA SEKIBLAT"

Pilu dan menyayu kan hati teman apabila ditatap dan dimamah mata teman foto2 paparan abangtuah, apai di kaca2 TV dan akhbar perdana, sekutuk-kutuk nya
bangsa yahudi Israel wajib kita lontar dan campakkan kepada mereka, bangsa Anglo saxon yang angkuh, bongkak dan tamak, sekeji2nya manusia dimukabumi ini
tiada madah yg buruk untuk dilabelka Maka memang wajib kita menentang Israel dan sekutu baiknya US.

Terfikir teman adakah ulangan berkali2 episod di Palestin ini maka manusia Islam sejagat hanya memerhati penuh kesedihan, tanpa berkemapuan untuk membantu
hanya cukup sekadar doa dan solat hajat saja yang termampu dik kita mengiringi untuk dijadikan perisai maya rakyat Palestin DAN adakah manusia Islam sejagat
mengambil ikhtibar, mengambil keinsafan, mengambil kesedaran bahawa manusia Islam sejagat mahu tak mahu perlu paksaan berubah diri, perlu menghiaskan diri
dengan ilmu, dengan kebijaksanaan, dengan kepakaran, dengan kekuatan ekonomi, dengan kekuatan kewangan, dengan kekuatan perpaduan dengan kekuatan pemikiran
bagi melawan dan menentang, mengajar bangsa laknat Israel dari membuli kita.

Kenapa kita dibuli, kenapa kita di hina, kenapa kita di jentik - jentik dan di herdik - herdik, berani sungguh Israel didalam tengah2 kurungan negara Islam,
di tengah2 kerumuni jutaan umat Islam sekiblat Israel mampu membuka baju menunjuk dada, mendabik dada, mendogak bongkak, apa kah rahsia keberanian Israel
ini, cukup kah hanya mempunyai sekutu baik US, adakah itu cukup untuk mereka bersedia mempersendakan umat Islam di tengah2 jutaan manusia Islam, mungkin
tidak, tidak cukup itu saja pengantungan kekuatan yg membuat mereka berani, adakah rahsia lain yg perlu kita belajar dari mereka, mungkin kerana ilmu yang
mereka ada, kepakaran yang mereka ada, kebijaksaan yang mereka ada, kekayaan yg mereka ada, kekuatan ekonomi yang mereka ada, perpaduan yang mereka ada,
kecerdikan yang mereka ada mungkin itu lah rahsianya.

Tidak kah kita hendak belajar dari rahsia kejayaan Israel ini, apa kah salah untuk kita belajar rahsia musuh Islam ini, bibit-bibit kesedaran rakyat Palestin
telah ada, melalui PLO yang menyedari hakikat ini cuba mengorak langkah mengambil jalan lembah lembut dan berhemah dengan memngikat perjanjian dengan zionist
dengan berbagai2 syarat diikuti, sedikit kejayaannya mula nampak di mata, keamanan bukan hanya dimimpi tetapi nyata di depan mata, berjayakah PLO, YA berjaya
hanya tersekat dengan tindakan golongan eksrimist Islam sekiblat seperti puak Hamas mengagalkan kenyataan Palestin, akibat sikap tidak berpadu, tidak tahu
apa itu perpaduan golongan ekstrimist Hamas mengolok - olok kan usaha PLO, Israel selaku gergasi yang sedang tidur diusik dari tidurnya, roket buatan di
dapur rumah oleh eksrimis Hamas di hala kan ke pertempatan rakyat Israel bukan sekali dua, bukan sehari dua malah berratus ratus kali, malah bertahun2
mainan roket buatan sendiri di hala - hala kan umpama kelakuan budak nakal bermain mercun lakunya, akhirnya nyenyak tidur si Gergasi terusik dan terjaga
dari tidurnya, bagi memberi pengajaran dan mungkin juga bagi menjaga keselamatan rakyat nya dengan sikap sememang nya angkuh dan bongkak yang diketahui
umum maka bangsa laknat ini pun mengambil langkah Palestin di serang, maka berlaku lah peristiwa Palestin dibuli - buli maka rakyat yang tak berdosa menjadi
mangsa.

Salah kah jika kita meniru rahsia yang ada kepada Israel, salah kah kita persiapkan dan perlengkapkan diri baru kita tidak ikhtiraf negara Israel, tak
kan tak sedar dik kita yang hendak kita hadap adalah Negara yang cukup kekuatan, yang cukup pengaruhnya, yang cukup kelengkapannya umpama AGAS kita ini
nak bertanding peraduan bina badan dengan GARUDA, tak cukup hanya semangat, tak cukup hanya prinsip, tak cukup hanya roket buatan dapur, tak cukup hanya
batu, kenapa mesti menempah maut sekiranya kita tahu memang maut yang kita akan perolihi, Allah S.W.T mengurniakan kita selaku manusia dengan selengkap
- lengkapnya tubuh badan ciptaannya dan itu lah gunanya untuk menjadi senjata kita bagi memakmurkan dunia, hasil tindakan tak mengunakan otak kurniaan
tuhan World Trade Centre dilanggar tanpa hasilnya, tanpa kemegahannya, tanpa sebarang kudis kita tinggalkan buat US TETAPI hasil yang kita dapat selaku
manusia Islam sejagat nampak dimata, Islam dikutuk, dikeji, dibuli seperti Palestin dan negara2 Islam lemah lain, 'back fire' yang kita dapat dari tindakan
golongan ekstrimist yang mengaku pejuang Islam, maka Islam lah tumpuannya.

Sedar dan insaf, segala kekuatan perlu ada, satu - satu bangsa berjaya dihormati dan disegani atas asas - asas yang kukuh bukan nya rapuh, ilmu, kepakaran,
ekonomi, kebijaksanaan, kekuatan, teknoloji, perpaduan, kehormatan penting untuk kita, penting untuk kita hidup ditengah2 perlumbaan antara gergasi dengan
gergasi, bukan nya AGAS bercita2 berlumba dengan GERGASI.

Dalam kontek negara dan bangsa kita, lengkapkah kita, bersediakah kita, geografi antara Malaysia dan Singapura bagaimana lagaknya, siapa sekutunya, ambil
lah ini sebagai kesedaran dan keinsafan yang perlu kita tanamkan dalam diri sendiri, dalam diri keluarga kita dalam diri waris kita, dalam diri saudara2
Islam kita dalam diri saudara2 manusia kita, tak cukup semangat, tak cukup prinsip, tak cukup berkata2, bermadah2 semua itu tak cukup, yang cukup ilmu
dan segala kekuatan yang bukan percuma dapat nya tetapi perlu pengorbanan, perlu dicipta, perlu di reka, perlu diusaha, perlu di kerah, perlu di paksa,
tak rela dan tak sanggup teman lihat kepala yang tinggal lantai hancur adalah kepala anak teman dan anak bangsa teman. ingat lah sekali Merdeka bukan selamanya
Merdeka, sekali aman bukan selamanya kita aman, sekali membangun bukan selamanya kita akan bangun. itu semua perlukan perpaduan yang lengkap, kekuatan
yang lengkap, kebijaksanaan yang lengkap, ekonomi yang lengkap di antara kita, tak kira Melayu, cina, India, Iban, Kadazan, dayak atau apa sekali pun trade
mark nya semua nya perlu insaf yang kita ada ketika ini dianggapkan baik jangan di angan untuk mencuba perkara baru yang belum pasti, kerana amat penting
untuk hargainya. UMPAMA KESEDARAN DAN KEINSAFAN NASIB TIDAK SEBANGSA SEAGAMA SEKIBLAT.

 

blogger templates 3 columns | Make Money Online